Partai Pemuda Indonesia

DPP-PPI

Vincent Huller, Ketua DPD PPI NTT ‘ Target PPI.’

Target PPI di NTT Sebagai Partai Yang Menguasai Seluruh Legislatif  Tingkat II maupun Tingkat I

Ketika di jumpai Vincent  Huller, Ketua DPD PPI NTT di sekretarian DPP Partai Pemuda Indonesia ia mengatakan “ Perkembangan di NTT PPI untuk sementara ini 10 DPRD Tk.II dan satu DPRD Tk.I.”

Ini modal kami untuk menujuh pemilu 2014. Ia melanjutkan “ PPI akan menjadi partai pelopor seluruh kekuasaan yang ada di Nusa Tenggara Timur.”

Selanjutnya ketika ditanyakan konsilidasi DPD PPI NTT ia menyebutkan “Bahwa, seluruh DPC,PPK Kecamatan telah dibentuk dan menjadi barisan kekuatan PPI di pemilu 2014.”

Vincent mengatakan untuk pilkada provinsi “ Bahwa, gubenur pilihan PPI nanti adalah bersih dari KKN.” Ia berjiwa pemuda dan kepemudaan.

 

Putusan PTUN Belum Inkra Atau Tetap

Sehubungan dengan adanya putusan PTUN Jakarta Timur yang memutuskan untuk kembali ke SK lama ’20′ Ketumnya Effendy Saud. Maka, dengan ini pula diumumkan bahwa, putusan tersebut sedang di ajukan ke Banding di PTUN DKI Jakarta dan selanjutnya sampai adanya putusan tetap di MA baik Kasasi maupun (PK) atau Peninjauan Kembali.

Bahwa, PN Jakarta Selatan telah menolak prapradilan yang dilakukan oleh Sdr.Royke yang amarnya adalah : bahwa, SP-3 Polda Metro sudah benar dan sesuai dengan aturan Hukum.

Untuk selanjutnya pihak-pihak yang dianggap merongrong telah dilaporkan ke pihak Polisi dengan tuntutan secara Pidana dan Perdata oleh DPP PPI. Dengan pasal berlapis yaitu : Pencemaran nama baik, pemalsuan dokumen pilkada dan lainnya.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas maka, SK Menkumham  No :  09 Ketum : Effendy Saud dan Sekjen Satrio Purwanto Soebroto  tetap berlaku  sampai adanya keputusan tetap dan sesuai dengan petunjuk Menkumham.

Cegah Korupsi Disdik Simeulue-Aceh

Anggota DPRK Simeulue, Rahmad SH, mengimbau aparat hukum seperti kepolisian, kejaksaan atau jajaran di bawahnya serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengusut dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Simeulue.
Menurutnya, ada dugaan ‘mega korupsi’ dan terstruktur di Disdik Simeulue sejak beberapa tahun lalu. Dan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) paling menonjol pascagempa dan tsunami 2004.
Bukti atas pernyataan itu, dengan  masih banyaknya sarana dan prasarana pendidikan “Ada banyak sekolah di sini yang kondisi ruang belajarnya sangat tidak baik serta pagarnya juga asal jadi,” sebut dia,
Di Simeulue yang belum layak bagi proses pendidikan dan kemanusian. Bahkan, katanya, ada sekolah seperti TK Kasih Ibu di Desa Kuala Makmur, Kecamatan  Simeulue Timur, sudah berdiri serta beroperasi  tujuh tahun tapi tidak memiliki alat peraga sama sekali dan bahkan tidak ada alat mobiler seperti bangku dan meja belajar.

Padahal, kata Rahmad, dana setiap tahun yang dikucurkan oleh pemerintah daerah kabupaten kepada Disdik Simeulue lebih dari 25%, sekitar Rp  100 miliar setiap tahunnya Belum lagi dana APBA, Otsus dan APBN. “Mestinya, sarana dan prasarana pendidikan sudah wah. Terlebih  sewaktu bencana Desember 2004 dan Maret 2005 bantuan NGO dalam dan luar negeri, jika dihitung sudah triliunan rupiah. Namun sangat aneh dan kontras jika dikaitkan den

Rahmad juga mengimbau lembaga kepolisian, kejaksaan serta KPK melakukan pencegahan terhadap upaya korupsi terbaru di Disdik Simeulue, melalui modus operandi penyediaan barang/jasa dan konstruksi yang nilainya mencapai lebih Rp 12 miliar, dan sudah berjalan sejak dua pekan silam.gan kondisi di lapangan,” tuturnya.

 

Dictionary
  • dictionary
  • diccionario
  • English Spanish Dictionary

Double click on any word on the page or type a word:

Powered by DictionaryBox.com